teta-group
Headlines News :

Latest Post

Indahnya Berbagi

Written By Dodik Dwi Prasetyo on Minggu, 10 Maret 2013 | 09.42

Banyak orang menganggap bahwa masyarakat indonesia sudah sangat individualis, tak peduli satu sama lain. Bahkan ada yang mengatakan rasa sosial di antara kita sudah berada pada titik nadir. Sebaiknya anda jangan terburu-buru percaya, karena Kick Andy memiliki banyak bukti, betapa rasa saling berbagi itu masih kita miliki. 

Di saat rasa kepedulian dianggap sesuatu langka, kami menemukan sejumlah orang yang masih mau berbagi dengan sesama, meski kadang dia harus rela mengorbankan kepentingannya sendiri. Kisah penuh inspirasi telah kami temukan nun jauh di pedalaman tanah papua, tentang seorang pengabdian seorang guru dan seorang dokter yang mengorbankan kehidupan mereka demi penduduk di pedalaman. 

Adalah Frederick Sitaung, seorang guru yang pernah kelaparan dan bahkan nyaris dipanah oleh orangtua muridnya. Perjuangan guru asal Toraja, Sulawesi ini bukan sebatas urusan lokasi sekolah yang terpencil, namun kondisi budaya masyarakat dan lingkungan seringkali menimbulkan berbagai masalah bagi keberadaannya sebagai guru. 

Di belahan tanah papua yang lain, tepatnya di Tanah Merah Boven Digul, Merauke, Dokter John Manangsang menjalankan tugas sebagai dokter muda selama dua tahun. Minimnya prasarana, tidak menyurutkan hati dokter john manangsang untuk memberi bantuan kesehatan kepada masyarakat di sana, walaupun banyak operasi bedah yang ia lakukan hanya menggunakan peralatan seadanya. 

Pernahkah anda membayangkan sebuah operasi caesar hanya menggunakan silet yang dibeli di toko kelontong? Dokter john pernah melakukannya. Di Andys Diary kali ini, kami juga kembali mengingatkan pada tokoh bernama Muhammad Jubaidi dari Solo, Jawa Tengah yang telah mengalami kelumpuhan di usia 19 tahun. 

Satu tokoh lain adalah Sugeng Siswoyudhono dari Mojokerto, yang telah kehilangan satu kakinya karena kecelakaan lalu lintas. Dalam kondisi demikian, Joned dan Sugeng tetap mau dan mampu berbagi meski dalam keterbatasan. Bagaimana dengan kita yang relatif lebih sempurna secara fisik? Penampilan mereka di episode Berbagi Dalam Keterbatasan, telah memberikan banyak inspirasi bagi pemirsa. 

Bahkan sebuah sebuah perusahaan produk jamu telah menjadikan keduanya sebagai bintang iklan. Kekuatan inspirasi dari sugeng tak hanya berhenti di situ, banyak orang yang kemudian mengakui hidupnya menjadi lebih baik, setelah melihat kisah Sugeng di episode tersebut. Dari sinilah kemudian muncul keinginan Kick Andy untuk membantu para penyandang cacat kaki agar memiliki semangat yang sama dengan Sugeng, sehingga lahir Gerakan 1000 kaki palsu gratis. 

Program seribu kaki palsu mendapat sambutan yang luar biasa. Tidak hanya dari mereka yang membutuhkan kaki palsu, tapi juga dari para donatur yang menyatakan dukungan mereka. Sejauh ini dana yang terkumpul sudah mencapai sekitar 1 miliar rupiah. Ini semakin memberi bukti betapa rasa saling berbagi itu masih tetap ada diantara kita. 

Kelahiran kick andy awalnya semata-mata sebuah program televisi,namun dalam perjalanannya, kami melihat kick andy daat berperan lebih dari sekadar sebuah program televisi. Kami ternyata bisa menjadi jembatan antara saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan dan para donatur yang ingin membantu, maka terhitung mei 2008 kami telah melahirkan Kick Andy Foundation. 

Sejumlah kegiatan amal sudah kami lakukan melalui kerja sama dengan berbagai sponsor. Kick andy mendapat banyak sekali permohonan untuk membantu. Kami berusaha sekuat tenaga untuk mencarikan donatur yang ingin membantu, sebab kalau mengandalkan Kick Andy Foundation yang baru lahir, tentu ada keterbatasan. 

Karena itu kami berharap akan semakin banyak penonton yang tergerak hatinya, sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat ditolong. Dengan begitu, semakin banyak orang akan menyadari dan merasakan indahnya berbagi. Pada kesempatan ini kami juga ingin berbagi kebahagiaan dengan semua pemirsa dan menyampaikan terimakasih kepada mereka yang sudah menobatkan Kick Andy sebagai program terbaik dan yang dinilai paling bermutu menurut survei rating publik yang dilakukan sejumlah lembaga.

berguru dari masa lalu

Mereka punya jabatan, kekayaan, dan karir yang cemerlang, tetapi tiba-tiba harus masuk penjara karena suatu kasus yang menimpa. Kasus yang saat itu membuat mereka divonis sebagai seorang koruptor.
Burhanuddin Abdullah, ia adalah Gubernur Bank Indonesia dari tahun 2003 hingga 2008. Di masa Presiden Abdurahman Wahid, ia menjabat sebagai menteri koordinator bidang perekonomian. Tiga puluh tujuh hari menjelang jabatannya sebagai Gubernur BI berakhir, Burhanuddin menjadi penghuni rutan Mabes Polri Jakarta Selatan. Kasus yang dituduhkan yaitu korupsi dalam pengeluaran dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) tanpa proses mekanisme peraturan BI, sehingga negara dirugikan sebesar Rp 100 miliar dan Burhanuddin dianggap menyalahi wewenang jabatannya. Akibatnya ia dipenjara 5 tahun 6 bulan, dan denda Rp 250 juta. Pada 6 Maret 2010, Burhanuddin dinyatakan bebas bersyarat oleh LP Sukamiskin, Bandung.
BERGURU DARI MASA LALUDalam Kick Andy Burhanuddin berkisah tentang perasaannya saat vonis dijatuhkan, bagaimana keluarganya menghadapi kenyataan bahwa suami dan ayah mereka harus dijebloskan dalam penjara, juga kehidupannya didalam penjara yang tidak seseram yang ia bayangkan sebelumnya. Hanya aturan yang sering berubah dalam penjara, yang membuatnya merasa sangat tersiksa. Salah satu kisah yang cukup menggelikan saat didalam penjara ia menjabat sebagai “Pak RT” yang notabene harus selalu mendapat laporan adanya “warga” baru. Suatu ketika ada seorang kriminal yang sangat ketakutan padanya, masuk dan  kemudian melapor bahwa kejahatannya adalah membuat uang palsu.
Tamu lainnya adalah Theo F Toemion. Tak lama setelah pergeseran posisinya sebagai Ketua Badan  Koordionasi  Penanaman Modal atau BKPM. Theo Toemion kemudian dijerat  oleh  KPK  dalam kasus Program Tahun Investasi Indonesia atau Program Investment Year 2003-2004.  Program tersebut dibuat untuk menggalakkan investasi ke Indonesia yang saat itu mengalami iklim investasi terpuruk akibat tragedi bom di Bali. Theo kemudian diadili dan dituntut 6 tahun penjara. Dari pengadilan Tipikor, Theo akhirnya mendapat vonis 6 tahun penjara. Tetapi vonis  akan berkurang  jika Theo bisa membayar pengganti kerugian sebesar 23,115 miliar dalam waktu 1 bulan. Setelah menjalani sepertiga masa tahanan dan berkelakuan baik, Theo akhirnya dibebaskan  pada  17 Agustus 2010. Sama seperti Burhanuddin, saat di dalam  penjara  bahkan ia bisa kuliah hukum, menulis dan meluncurkan bukunya di  LP  Cipinang, Jakarta.
Banyak yang tidak setuju ketika Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS, dianggap terkait dengan kasus korupsi dana non budgeter (pungutan tidak sah) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) selama periode 18 April 2002 hingga 23 Maret 2005. Dana non budgeter yang berasal dari sumbangan para pejabat Eselon I dan Kepala Dinas Propinsi tersebut digunakan untuk kepentingan institusi dan bukan untuk pribadi. Bahkan seluruh mekanisme dan aliran dana dicatat dan dibukukan dengan baik. Menurut Rokhmin, pengumpulan dan penggunaan dana non budgeter DKP sudah ada sejak DKP berdiri dengan Menteri Sarwono Kusuma Atmadja dan hal ini juga terjadi dihampir semua departemen. Rokhmin pun di vonis 7 tahun penjara atau denda 200 juta. Pada November 2009 PK Rokhmin dikabulkan, setelah menjalani dua pertiga masa hukuman sekitar 3 tahun 6 bulan, Rokhmin mendapat pembebasan bersyarat dari Lapas Cipinang, Jakarta Timur pada 25 November 2009. Bagi keluarganya, biasanya memiliki ayah dengan label koruptor dan menjadi narapidana merupakan hal yang cukup berat, tetapi tidak halnya dengan anak-anak Rokhmin. Meski status PNS nya dicabut, tetapi status Guru Besar IPB tetap dipertahankan. Ketabahan keluarga dan dukungan banyak orang saat Rokhmin terpuruk menjadikannya penjara seperti pesantren. Didalam penjarapun ia berhasil menyelesaikan 3 buah bukunya, para mahasiswanya S2 dan S3 pun juga tetap melakukan bimbingan.
Tamu terakhir Kick Andy adalah Mohammad Hasan, atau lebih dikenal dengan Bob Hasan. Bob Hasan didakwa melakukan korupsi dalam mega proyek pemotretan dan pemetaan kawasan hutan seluas 30,6 juta hektar di seluruh Indonesia dengan menggunakan dana asoisasi pengusaha hutan indonesia (APHI) sebesar 168,11 juta dolar US dan dana reboisasi DepHut sebesar 75,6 juta dolar US. Di pengadilan, Bob Hasan pernah menyampaikan pembelaan. Namun pembelaan tersebut tidak  berpengaruh banyak, karena  pada tingkat pengadilan pertama, majelis PN Jakarta Pusat menghukum Bob Hasan dua tahun penjara dan mengganti kerugian negara sebesar 14,126 miliar. Ketika mengajukan banding, demikian juga sang  jaksa, alhasil  malah di tingkat banding, hukuman Bob Hasan menjadi enam tahun penjara dan diharuskan membayar kerugian negara 243 juta dollar US. Akhirnya setelah menjalani dua per tiga masa hukumannya di Nusakambangan, dan mendapat  beberapa kali remisi  karena  ia dinilai  berkelakuan baik, maka pada 2 Februari 2004, Bob diberi pembebasan bersyarat.
Bagaimana tidak ia dianggap berkelakuan baik, kehidupannya didalam penjara bagaikan sinterklas bagi narapidana lainnya. Tak hanya memperbaiki sarana dan pra sarana dalam penjara, Bob sang dermawan juga memberdayakan para napi dengan membekali kemampuan mereka menjadi para perajin batu mulia yang kemudian hari juga mengubah para perajin disekitar penjara. Sosok humoris dan selalu tampak santai ini berkisah bagaimana ia menjalani masa hukumannya dengan tanpa beban. Penonton Kick Andy seringkali dibuat tertawa dengan ceritanya yang mengalir begitu saja. Meski mengaku tak pernah dikunjungi anak istri saat berada dalam penjara, anak angkat Jend. Gatot Soebroto ini memandang masa lalunya menjadi kenangan manis dalam perjalanan hidupnya.
Sumber: Kick Andy

yang keliru di negeri ini


YANG KELIRU DI NEGERI INIBanyak hal yang keliru disekitar kita tapi sering kita tidak tahu bahwa itu keliru. Atau mungkin kita sebenarnya menyadari bahwa itu keliru tetapi karena semua orang melakukannya kita menganggapnya lumrah. Seperti contohnya tanda dilarang merokok di tempat umum. Dalam hal ini pemerintah sudah membuat aturan yang jelas bagi perokok untuk tidak seenaknya merokok di tempat umum. Namun sering kita jumpai para perokok dengan santainya merokok di tempat umum tanpa mengindahkan peraturan yang berlaku. Dan karena pemandangan serupa kerap kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, secara tidak langsung kita pun menganggapnya hal biasa.
Kick Andy kali ini akan mengangkat topik terkait kekeliruan yang ada di negeri ini. Dengan menghadirkan pakar Kelirumologi yaitu Jaya Suprana. Banyak diantara kita yang mungkin tidak paham dengan istilah Kelirumologi itu sendiri. Menurut Jaya Suprana, kelirumologi adalah suatu paham kesadaran untuk senantiasa berusaha menelaah kekeliruan demi mencari kebenaran. “Dunia tidak butuh ilmu membuat kekeliruan, karena sudah dijejali dengan banyak kekeliruan,” tutur Jaya. Ia menambahkan, “Kelirumologi ini kalau boleh disebut ilmu, maka tidak akan pernah ada habisnya. Pasti banyak sekali. Karena manusia itu memang sering membuat kekeliruan. Keliru tidak hanya dalam bahasa, namun sikap dan perilaku.”
Apa yang dibahas dan ditelaah dalam Kelirumologi juga bukanlah hal baru. “Semua filosof dari dulu sudah melakukan ini. Cara berpikir mereka memang seperti itu. Mencari salahnya dan kelirunya dimana. Kalau saya ini, saya bagian pencetus istilahnya saja. Saya ini cuma Bapak Pencetus Istilah Kelirumologi,” ujar Jaya. Selama ini, Jaya memang dikenal sebagai “Bapak kelirumologi”. Jaya kerap menulis berbagai artikel tentang Kelirumologi di berbagai media massa.
Berbagai kekeliruan yang terjadi di masyarakat kemudian dibahas demi mencari kebenaran dari kekeliruan tersebut. Mulai dari hal-hal umum seperti: parkir sembarangan bahkan ditempat yang terdapat tanda DILARANG PARKIR, tidak mengindahkan lampu lalu lintas bahkan saat lampu kuning bukannya melambatkan kendaraan tetapi justru sebaliknya tancap gas agar lolos dari lampu merah, menyeberang jalan sembarangan dan bukan di jembatan penyeberangan yang telah disediakan, bahkan jalur busway yang dikhususkan untuk bus transjakarta kerap digunakan oleh kendaraan lainnya. Dalam hal ini, Jaya merasa bahwa kekeliruan yang pertama adalah dari nama “busway” itu sendiri. Busway yang memiliki arti jalur bus ternyata hanya boleh dilewati oleh bus transjakarta sedangkan bus-bus umum lainnya yang notabene adalah “bus” harus berbagi jalan dengan kendaraan pribadi lainnya.
Selain hal-hal umum diatas, Andy F. Noya dan Jaya Suprana juga menyoroti sikap dan perilaku para koruptor yang terkesan tidak menyesali perbuatan mereka dan  terlihat happy bahkan masih bisa tersenyum saat diliput media. Padahal apa yang mereka lakukan salah dan merugikan rakyat. Dalam hal ini Andy F. Noya mempertanyakan apa yang keliru disini?
Selain itu juga masalah hukum di negeri ini yang terkesan tebang pilih. Seperti apa yang terjadi dengan nenek minah yang dituduh mencuri biji kakao tiga butir senilai Rp. 2000 dan kemudian terkena ancaman enam bulan penjara. Bandingkan dengan pelaku korupsi yang telah merugikan negara hingga milirian rupiah dan kemudian hanya diharuskan membayar denda dan di penjara beberapa tahun. Namun tidak diharuskan untuk membayar kerugian negara sesuai dengan nilai uang yang dikorupsinya. Apa yang keliru disini?
Masih banyak hal-hal lain yang dianggap keliru di negeri ini yang dibahas dengan gaya khas Andy F. Noya dan Jaya Suprana. Terkait kelirumologi, Jaya Suprana pernah memberikan penghargaan kepada 10 tokoh yang dianggap berjasa meluruskan kekeliruan di negeri ini. Penghargaan tersebut diberi nama “Penghargaan Kelirumologi”. Salah satu tokoh yang pernah menerimanya adalah Kwik Kian Gie. Mantan Menteri Koordinator Perekonomian ini dinilai berhasil mengungkap berbagai kekeliruan yang terjadi dalam bidang ekonomi.
 
Support : Blogger Template Free | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. teta-group - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger